KONTAK KAMI | Butuh bantuan? Klik disini!
  • Yahoo!
  • Hotline - 0817.042.9050(XL) - 0813.2660.8813(Simpati)
  • SMS - 0817.042.9050 - 0813.2660.8813
  • BBM - 79F588ED
  • Whatsapp - 0817 042 9050
  • pupuk.nasa@yahoo.com
Beranda » Pengendali Hama » PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADI

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADI

Di postingan sebelumnya tentang Teknis Budidaya Padi Organik  saya sudah bahas tentang panduan budiaya padi organik menggunakan produk NASA.   Pada postingan kali ini, akan saya... Selengkapnya

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADI

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADI

Di postingan sebelumnya tentang Teknis Budidaya Padi Organik  saya sudah bahas tentang panduan budiaya padi organik menggunakan produk NASA.   Pada postingan kali ini, akan saya... Selengkapnya

Kode : -
Stok :
Dilihat : 855 kali
Review : 1 review
INFO HARGA
Silahkan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi harga produk ini.

Bagikan informasi tentang PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADI kepada teman atau kerabat Anda.

Tentang PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADI

Ditambahkan pada: 15 November 2013 / Kategori: , , ,

Di postingan sebelumnya tentang Teknis Budidaya Padi Organik  saya sudah bahas tentang panduan budiaya padi organik menggunakan produk NASA.  

Pada postingan kali ini, akan saya bahas tentang beberapa hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman padi.

Untuk gejala dan pengendaliannya bisa bermacam macam tergantung tingkat serangan hama penyakit tersebut.

1. Hama putih (Nymphula depunctalis).

Gejala : menyerang daun bibit, kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar tulang daun, ulat menggulung daun padi. Pengendalian:

  1. pengaturan air yang baik,
  2. penggunaan bibit sehat,
  3. melepaskan musuh alami,
  4. menggugurkan tabung daun;
  5. menggunakan BVR atau Pestona.

2. Padi Thrips (Thrips oryzae).

Gejala: daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, pada tanaman dewasa gabah tidak berisi.

Pengendalian: BVR atau Pestona.

3. Wereng penyerang batang padi.

  • wereng padi coklat (Nilaparvata lugens),
  • wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera)
  • Wereng penyerang daun padi:
  • wereng padi hijau (Nephotettix apicalis dan N. impicticep). Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi dan dapat menularkan virus.

Gejala: tanaman padi menjadi kuning dan mengering, sekelompok tanaman seperti terbakar, tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil.

Pengendalian:

  1. bertanam padi serempak,
  2. menggunakan varitas tahan wereng seperti IR 36, IR 48, IR- 64, Cimanuk, Progo dsb,
  3. membersihkan lingkungan,
  4. melepas musuh alami seperti laba-laba, kepinding dan kumbang lebah;
  5. penyemprotan BVR.

4. Walang sangit (Leptocoriza acuta).

Menyerang buah padi yang masak susu.

Gejala :

  1. buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut,
  2. berwarna coklat dan tidak enak;
  3. pada daun terdapat bercak bekas isapan dan bulir padi berbintik-bintik hitam.

Pengendalian:

  1. bertanam serempak,
  2. peningkatankebersihan,
  3. mengumpulkan dan memusnahkan telur,
  4. melepas musuh alami seperti jangkrik, laba-laba;
  5. penyemprotan BVR atau PESTONA.

5 Kepik hijau (Nezara viridula).

Menyerang batang dan buah padi.

Gejala: pada batang tanaman terdapat bekas tusukan, buah padi yang diserang memiliki noda bekas isapan dan pertumbuhan tanaman terganggu.

Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan telur-telurnya, penyemprotan BVR atau PESTONA.

6. Penggerek batang padi

Terdiri atas:

  1. penggerek batang padi putih (Tryporhyza innotata),
  2. kuning (T. incertulas),
  3. bergaris (Chilo supressalis) dan
  4. merah jambu (Sesamia inferens).
  5. Menyerang batang dan pelepah daun.

Gejala:

  1. pucuk tanaman layu,
  2. kering berwarna kemerahan dan mudah dicabut,
  3. daun mengering dan seluruh batang kering.
  4. Kerusakan pada tanaman muda disebut hama “sundep” dan pada tanaman bunting (pengisian biji) disebut “beluk”.

Pengendalian:

  1. menggunakan varitas tahan,
  2. meningkatkan kebersihan lingkungan,
  3. menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati,
  4. membakar jerami;
  5. menggunakan BVR atau PESTONA.

7. Hama tikus (Rattus argentiventer).

Menyerang batang muda (1-2 bulan) dan buah.

Gejala: adanya tanaman padi yang roboh pada petak sawah dan pada serangan hebat ditengah petak tidak ada tanaman. Pengendalian: pergiliran tanaman, tanam serempak, sanitasi, gropyokan, melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu, penggunaan NAT (Natural Aromatic).

8. Burung.

Menyerang menjelang panen, tangkai buah patah, biji berserakan.

Pengendalian: mengusir dengan bunyi-bunyian atau orang-orangan.

9. Penyakit Bercak daun coklat.

Penyebab: jamur Helmintosporium oryzae.

Gejala:

  1. menyerang pelepah, malai, buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah.
  2. Biji berbercak-bercak coklat tetapi tetap berisi,
  3. padi dewasa busuk kering,
  4. biji kecambah busuk dan kecambah mati.

Pengendalian:

  1. merendam benih di air hangat + POC NASA,
  2. pemupukan berimbang,
  3. tanam padi tahan penyakit ini.

10. Penyakit Blast.

Penyebab: jamur Pyricularia oryzae.

Gejala:

  1. menyerang daun, buku pada malai dan ujung tangkai malai.
  2. Daun, gelang buku, tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai membusuk.
  3. Pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa.

Pengendalian:

  1. membakar sisa jerami,
  2. menggenangi sawah,
  3. menanam varitas unggul Sentani, Cimandiri IR-48, IR-36,
  4. pemberian pupuk N di saat pertengahan fase vegetatif dan fase pembentukan bulir;
  5. pemberian GLIO di awal tanam.
  6. menggunakan Agensia Hayati CORRIN.

11. Busuk pelepah daun.

Penyebab: jamur Rhizoctonia sp.

Gejala: menyerang daun dan pelepah daun pada tanaman yang telah membentuk anakan. Menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun.

Pengendalian:

  1. menanam padi tahan penyakit
  2. pemberian GLIO pada saat pembentukan anakan.

12. Penyakit Fusarium.

Penyebab: jamur Fusarium moniliforme.

Gejala: menyerang malai dan biji muda menjadi kecoklatan, daun terkulai, akar membusuk.

Pengendalian: merenggangkan jarak tanam, mencelupkan benih + POC NASA dan disebari GLIO di lahan

13. Penyakit kresek/hawar daun.

Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae)

Gejala:

  1. menyerang daun dan titik tumbuh.
  2. Terdapat garis-garis di antara tulang daun, garis melepuh dan berisi cairan kehitam-hitaman,
  3. daun mengering dan mati.

Pengendalian:

  1. menanam varitas tahan penyakit seperti IR 36, IR 46, Cisadane, Cipunegara,
  2. menghindari luka mekanis,
  3. sanitasi lingkungan;
  4. pengendalian diawal dengan GLIO.

14. Penyakit kerdil.

Penyebab: virus ditularkan oleh wereng coklat Nilaparvata lugens.

Gejala:

  1. menyerang semua bagian tanaman,
  2. daun menjadi pendek, sempit,
  3. berwarna hijau kekuning-kuningan,
  4. batang pendek,
  5. buku-buku pendek,
  6. anakan banyak tetapi kecil.

Pengendalian: sulit dilakukan, usaha pencegahan dengan memusnahkan tanaman yang terserang ada mengendalikan vector dengan BVR atau PESTONA.

15. Penyakit tungro.

Penyebab: virus yang ditularkan oleh wereng hijau Nephotettix impicticeps.

Gejala:

  1. menyerang semua bagian tanaman,
  2. pertumbuhan tanaman kurang sempurna,
  3. daun kuning hingga kecoklatan,
  4. jumlah tunas berkurang,
  5. pembungaan tertunda,
  6. malai kecil dan tidak berisi.

Pengendalian: menanam padi tahan wereng seperti Kelara, IR 52, IR 36, IR 48, IR 54, IR 46, IR 42 dan mengendalikan vektor virus dengan BVR.

 

1 review untuk PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADI

Silahkan tulis review Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

12345

Produk Terkait PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADI

Popular!

Cara Menanam Kelapa Sawit yang Benar – Kelapa sawit (Elaeis) adalah tanaman perkebunan penting penghasil...

*harga hubungi cs

Cara menanam kelapa sawit yang benar
Cara Menanam Kelapa Sawit yang Benar
*harga hubungi cs
Ready Stock / ARTIKEL

Teknis Budidaya Tanaman Jarak di bawah ini menggunakan produk pupuk organik dan agensia hayati dari...

*harga hubungi cs

teknis budidaya jarak
Teknis Budidaya Jarak
*harga hubungi cs

  I. PENDAHULUAN Prospek agribisnis jeruk di Indonesia cukup bagus karena potensi lahan produksi yang...

*harga hubungi cs

Teknis Budidaya jeruk
Teknis Budidaya Jeruk
*harga hubungi cs
Popular!

Cara Kerja Beauveria Bassiana Dalam Membasmi Hama Tanaman – Para pembaca yang saya hormati, pada...

*harga hubungi cs

Cara Kerja Beauveria Bassiana Dalam Membasmi Hama Tanaman
Cara Kerja Beauveria Bassiana Dalam Membasmi Hama Tanaman
*harga hubungi cs
Ready Stock / ARTIKEL

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami.

Popular!

Perekat Perata Pembasah Aero 810 merupakan perekat-perata-pembasah terutama bagi pestisida (fungisida-insektisida-herbisida) juga untuk pupuk cair...

*harga hubungi cs

AERO-810-Perekat-Perata-Pembasah-Pestisida-organik-NASA
Perekat Perata Pembasah Aero 810
*harga hubungi cs
Ready Stock / AERO
Popular!

Agensia hayati CORRIN adalah Pestisida Biologi atau Agens Hayati dari PT Natural...

*harga hubungi cs

Agensia Hayati Corrin
Agensia Hayati Corynebacterium CORRIN
*harga hubungi cs
Ready Stock / CORIN
Popular!

Perangkap Lalat Buah Natural Metilat berfungsi efektif sebagai perangkap lalat buah. Metilat Plus adalah salah satu...

*harga hubungi cs

MetilatPlus Perangkap Khusus Lalat Buah
Perangkap Lalat Buah Natural Metilat
*harga hubungi cs
Ready Stock / MTLP
Popular!

Agensia Hayati Natural BVR adalah produk pengendali hama & penyakit tanaman ...

*harga hubungi cs

Agensia Hayati Beauveria Bassiana Untuk Hama wereng
Agensia Hayati Beauveria Bassiana Natural BVR
*harga hubungi cs
Ready Stock / BVR
Temukan Kami
Kontak