KONTAK KAMI | Butuh bantuan? Klik disini!
  • Yahoo!
  • Hotline - 0817.042.9050(XL) - 0813.2660.8813(Simpati)
  • SMS - 0817.042.9050 - 0813.2660.8813
  • BBM - 79F588ED
  • Whatsapp - 0817 042 9050
  • pupuk.nasa@yahoo.com
Beranda » Teknis Budidaya » Teknis Budidaya Mentimun

Teknis Budidaya Mentimun

I. PENDAHULUAN Produksi mentimun di Indonesia masih sangat rendah padahal potensinya masih bisa ditingkatkan. Untuk itu PT. Natural Nusantara berupaya turut membantu meningkatkan produksi secara... Selengkapnya

Teknis Budidaya Mentimun

I. PENDAHULUAN Produksi mentimun di Indonesia masih sangat rendah padahal potensinya masih bisa ditingkatkan. Untuk itu PT. Natural Nusantara berupaya turut membantu meningkatkan produksi secara... Selengkapnya

Kode : -
Stok :
Dilihat : 1087 kali
Review : Belum ada review
INFO HARGA
Silahkan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi harga produk ini.

Bagikan informasi tentang Teknis Budidaya Mentimun kepada teman atau kerabat Anda.

Tentang Teknis Budidaya Mentimun

Ditambahkan pada: 25 December 2013 / Kategori:

Teknis Budidaya Mentimun

I. PENDAHULUAN
Produksi mentimun di Indonesia masih sangat rendah padahal potensinya masih bisa ditingkatkan. Untuk itu PT. Natural Nusantara berupaya turut membantu meningkatkan produksi secara Kualitas, Kuantitas dan Kelestarian (K-3).

II. SYARAT PERTUMBUHAN
2.1. Iklim
Adaptasi mentimun pada berbagai iklim cukup tinggi, namun pertumbuhan optimum pada iklim kering. Cukup mendapat sinar matahari, temperatur (21,1 – 26,7)°C dan tidak banyak hujan. Ketinggian optimum 1.000 – 1.200 mdpl.

2.2. Media Tanam
Tanah gembur, banyak mengandung humus, tata air baik, tanah mudah meresapkan air, pH tanah 6-7.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan

  1. Siapkan Natural GLIO dan campurkan dengan pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu.
  2. Siapkan tanah halus dan pukan dapat diganti SUPERNASA / POC NASA yang telah dicampur Natural GLIO (tanah : pukan = 7:3) dan masukkan polybag.
  3. Rendam benih dalam larutan POC NASA dan air hangat (2cc/l) selama 30 menit.
  4. Peram selama 12 jam. Setiap benih yang berkecambah dipindahkan ke polibag sedalam 0,5-1 cm.
  5. Polybag dinaungi plastik bening dan bibit disiram dua kali sehari.
  6. Semprotkan POC NASA (2cc/l air) pada 7 hss.
  7. Setelah berumur 12 hari atau berdaun 3-4 helai, bibit dipindahkan ke kebun.

3.2. Pengolahan Media Tanam

  1. Bersihkan lahan dari gulma, rumput, pohon yang tidak diperlukan.
  2. Berikan kalsit/dolomit pH tanah 6

3.3. PenanamanSiram bibit dalam polibag dengan air

  1. Keluarkan bibit bersama medianya dari polibag.
  2. Tanamkan bibit di lubang tanam dan padatkan tanah di sekitar batang.

3.4. Pemeliharaan Tanaman

  • Tanaman yang rusak atau mati dicabut dan segera disulam dengan tanaman yang baik.
  • Bersihkan gulma (bisa bersama waktu pemupukan).
  • Pasang ajir pada 5 hst ( hari setelah tanam ) untuk merambatkan tanaman.
  • Daun yang terlalu lebat dipangkas, dilakukan 3 minggu setelah tanam pada pagi atau sore hari.
  • Pengairan dan Penyiraman rutin dilakukan setiap pagi dan sore hari dengan cara di siram atau menggenangi lahan selama 15-30 menit. -Selanjutnya pengairan hanya dilakukan jika diperlukan dan diintensifkan kembali pada masa pembungaan dan pembuahan.

3.5. Pemupukan:

Waktu
Pupuk (kg)
TSP
Urea
KCL
Pupuk Kandang
Pupuk Dasar
150
150
150
20.000
3-5 hst
100
150
100
10 hst
250
300
100
Setelah berbunga
250
250
Setelah Panen I
100
100
POC NASA +
Hormonik

(Mulai umur
2–10 minggu)

Disemprotkan ke daun :

  • Alternatif 1: 8 kali ( interval 1 minggu sekali) dgn dosis 3 – 4 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik per tangki
  • Alternatif 2: 4 kali (interval 2 minggu sekali ) dgn dosis 6 – 8 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik per tangki

3.6. Hama dan Penyakit
3.6.1. Hama
a. Oteng-oteng atau Kutu Kuya (Aulocophora similis Oliver).
Kumbang daun berukuran 1 cm dengan sayap kuning polos. Gejala : merusak dan memakan daging daun sehingga daun bolong; pada serangan berat, daun tinggal tulangnya. Pengendalian : Natural BVR atau PESTONA.

b. Ulat Tanah (Agrotis ipsilon)
Ulat ini berwarna hitam dan menyerang tanaman terutama yang masih muda. Gejala: Batang tanaman dipotong disekitar leher akar.

c. Lalat buah (Dacus cucurbitae Coq.)
Lalat dewasa berukuran 1-2 mm. Lalat menyerang mentimun muda untuk bertelur, Gejala: memakan daging buah sehingga buah abnormal dan membusuk. Pengendalian : Natural METILAT.

d. Kutu daun (Aphis gossypii Clover)
Kutu berukuran 1-2 mm, berwarna kuning atau kuning kemerahan atau hijau gelap sampai hitam. Gejala: menyerang pucuk tanaman sehingga daun keriput, kerititing dan menggulung. Kutu ini juga penyebar virus. Pengendalian : Natural BVR atau PESTONA.

3.6.2. Penyakit
a. Busuk daun (Downy mildew)
Penyebab : Pseudoperonospora cubensis Berk et Curt. Menginfeksi kulit daun pada kelembaban udara tinggi, temperatur 16 – 22°C dan berembun atau berkabut. Gejala : daun berbercak kuning dan berjamur, warna daun akan menjadi coklat dan busuk. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

b. Penyakit tepung (Powdery mildew )
Penyebab : Erysiphe cichoracearum. Berkembang jika tanah kering di musim kemarau dengan kelemaban tinggi. Gejala : permukaan daun dan batang muda ditutupi tepung putih, kemudian berubah menjadi kuning dan mengering. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

c. Antraknose
Penyebab : cendawan Colletotrichum lagenarium Pass. Gejala: bercak-bercak coklat pada daun. Bentuk bercak agak bulat atau bersudut-sudut dan menyebabkan daun mati; gejala bercak dapat meluas ke batang, tangkai dan buah. Bila udara lembab, di tengah bercak terbentuk massa spora berwarna merah jambu. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

d. Bercak daun bersudut
Penyebab : cendawan Pseudomonas lachrymans. Menyebar pada saat musim hujan. Gejala : daun berbercak kecil kuning dan bersudut; pada serangan berat seluruh daun yang berbercak berubah menjadi coklat muda kelabu, mengering dan berlubang. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

e. Virus
Penyebab : Cucumber Mosaic Virus, CMV, Potato virus mosaic, PVM; Tobacco Etch Virus, TEV; otato Bushy Stunt Virus (TBSV); Serangga vektor adalah kutu daun Myzus persicae Sulz dan Aphis gossypii Glov. Gejala : daun menjadi belang hijau tua dan hijau muda, daun berkerut, tepi daun menggulung, tanaman kerdil. Pengendalian: dengan mengendalikan serangga vektor dengan Natural BVR atau PESTONA, mengurangi kerusakan mekanis, mencabut tanaman sakit dan rotasi dengan famili bukan Cucurbitaceae.

f. Kudis (Scab)
Penyebab : cendawan Cladosporium cucumerinum Ell.et Arth. Terjadi pada buah mentimun muda. Gejala : ada bercak basah yang mengeluarkan cairam yang jika mengering akan seperti karet; bila menyerang buah tua, terbentuk kudis yang bergabus. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

g. Busuk buah
Penyebab : cendawan (1) Phytium aphinadermatum (Edson) Fizt.; (2) Phytopthora sp., Fusarium sp.; (3) Rhizophus sp., (4) Erwinia carotovora pv. Carotovora. Infeksi terjadi di kebun atau di tempat penyimpanan. Gejala : (1) Phytium aphinadermatum: buah busuk basah dan jika ditekan, buah pecah; (2) Phytopthora: bercak agak basah yang akan menjadi lunak dan berwarna coklat dan berkerut; (3) Rhizophus: bercak agak besah, kulit buah lunak ditumbuhi jamur, buah mudah pecah; (4) Erwinia carotovora: buah membusuk, hancur dan berbau busuk. Pengendalian: dengan menghindari luka mekanis, penanganan pasca panen yang hati-hati, penyimpanan dalam wadah bersih dengan suhu antara 5 – 7 derajat C. Dan pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

3.7. Panen
3.7.1. Ciri dan Umur Panen
Buah mentimun muda lokal untuk sayuran, asinan atau acar umumnya dipetik 2-3 bulan setelah tanam, mentimun hibrida dipanen 42 hari setelah tanam Mentimun Suri dipanen setelah matang.

3.7.2. Cara Panen
Buah dipanen di pagi hari sebelum jam 9.00 dengan cara memotong tangkai buah dengan pisau tajam.

3.7.3.Periode Panen

Mentimun sayur dipanen 5 – 10 hari sekali tergantung dari varitas dan ukuran/umur buah yang dikehendaki.

 

Produk NASA yang digunakan dalam teknis budidaya bawang mentimun ini antara lain:

POC NASAHormonikSupernasaNatural GlioNatural BVRAero 810 Natural Virexy

Semoga informasi yang saya sampaikan disini bisa berguna untuk anda.

Untuk Informasi & Pemesanan produk, hubungi:

logo-nasaorganiksolution2.png
Nasa Organic Solution – Distributor Resmi PT. Natural Nusantara, Yogyakarta.
Alamat: Ngadisuryan KT.I/211 Yogyakarta 55133(Belakang Keraton Yogyakarta)
CP  : Nur Haryono
HP  : 0817.042.9050(XL), 0813.2660.8813 (Simpati)
Pin BB: 29acdc40
Blog : http://NasaOrganicSolution.com/

Belum ada review untuk Teknis Budidaya Mentimun

Silahkan tulis review Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

12345

Produk Terkait Teknis Budidaya Mentimun

Teknis Budidaya Karet dibawah ini menggunakan produk pupuk Organik dari PT. Natural Nusantara. Tanaman Karet...

*harga hubungi cs

Teknis Budidaya Karet Nasa
Teknis Budidaya Karet Organik
*harga hubungi cs

I. PENDAHULUAN Pisang adalah tanaman buah , sumber vitamin, mineral dan karbohidrat. Di Indonesia pisang...

*harga hubungi cs

teknis budidaya pisang
Teknis Budidaya Pisang
*harga hubungi cs

Panduan Teknis Budidaya Kelapa Sawit dengan Teknologi PIKAT NASA. I. PENDAHULUAN Peluang agrobisnis kelapa sawit...

*harga hubungi cs

Cara menanam kelapa sawit yang benar
Teknis Budidaya Kelapa Sawit Organik
*harga hubungi cs

I. PENDAHULUAN Tanaman lada termasuk tanaman rempah yang banyak dikembangkan di Indonesia. PT. Natural Nusantara...

*harga hubungi cs

teknis budidaya lada
Teknis Budidaya Lada
*harga hubungi cs

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami.

Popular!

Perekat Perata Pembasah Aero 810 merupakan perekat-perata-pembasah terutama bagi pestisida (fungisida-insektisida-herbisida) juga untuk pupuk cair...

*harga hubungi cs

AERO-810-Perekat-Perata-Pembasah-Pestisida-organik-NASA
Perekat Perata Pembasah Aero 810
*harga hubungi cs
Ready Stock / AERO
Popular!

Agensia hayati CORRIN adalah Pestisida Biologi atau Agens Hayati dari PT Natural...

*harga hubungi cs

Agensia Hayati Corrin
Agensia Hayati Corynebacterium CORRIN
*harga hubungi cs
Ready Stock / CORIN
Popular!

Perangkap Lalat Buah Natural Metilat berfungsi efektif sebagai perangkap lalat buah. Metilat Plus adalah salah satu...

*harga hubungi cs

MetilatPlus Perangkap Khusus Lalat Buah
Perangkap Lalat Buah Natural Metilat
*harga hubungi cs
Ready Stock / MTLP
Popular!

Agensia Hayati Natural BVR adalah produk pengendali hama & penyakit tanaman ...

*harga hubungi cs

Agensia Hayati Beauveria Bassiana Untuk Hama wereng
Agensia Hayati Beauveria Bassiana Natural BVR
*harga hubungi cs
Ready Stock / BVR
Temukan Kami
Kontak