KONTAK KAMI | Butuh bantuan? Klik disini!
  • Yahoo!
  • Hotline - 0817.042.9050(XL) - 0813.2660.8813(Simpati)
  • SMS - 0817.042.9050 - 0813.2660.8813
  • BBM - 79F588ED
  • Whatsapp - 0817 042 9050
  • pupuk.nasa@yahoo.com
Beranda » Teknis Budidaya » Teknis Budidaya Tembakau

Teknis Budidaya Tembakau

TEKNIS BUDIDAYA TEMBAKAU dengan produk NASA ini disusun sebagai panduan buat anda untuk bercocok tanam tembakau. Untuk hasil yang maksimal, gunakanlah produk dari PT. Natural... Selengkapnya

Teknis Budidaya Tembakau

TEKNIS BUDIDAYA TEMBAKAU dengan produk NASA ini disusun sebagai panduan buat anda untuk bercocok tanam tembakau. Untuk hasil yang maksimal, gunakanlah produk dari PT. Natural... Selengkapnya

Kode : -
Stok :
Dilihat : 1254 kali
Review : Belum ada review
INFO HARGA
Silahkan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi harga produk ini.

Bagikan informasi tentang Teknis Budidaya Tembakau kepada teman atau kerabat Anda.

Tentang Teknis Budidaya Tembakau

Ditambahkan pada: 24 November 2013 / Kategori:

Teknis Budidaya Tembakau

TEKNIS BUDIDAYA TEMBAKAU dengan produk NASA ini disusun sebagai panduan buat anda untuk bercocok tanam tembakau.

Untuk hasil yang maksimal, gunakanlah produk dari PT. Natural Nusantara yang sudah terbukti dari tahun 2002 sampai sekarang.

PENDAHULUAN
Tembakau adalah komoditi yang cukup banyak dibudidayakan petani. Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal PT. Natural Nusantara berusaha membantu meningkatkan produksi secara kuantitas, kualitas dan kelestarian ( Aspek K-3 ).

SYARAT PERTUMBUHAN
Tanaman tembakau, curah hujan rata-rata 2000 mm/tahun, Suhu udara yang cocok antara 21-32 derajat C, pH antara 5-6. Tanah gembur, remah, mudah mengikat air, memiliki tata air dan udara yang baik sehingga dapat meningkatkan drainase, ketinggian antara 200-3.000 m dpl.

PEMBIBITAN

  • Jumlah benih + 8-10 gram/ha, tergantung jarak tanam.
  • Biji utuh, tidak terserang penyakit dan tidak keriput.
  • Media semai = campuran tanah (50%) + pupuk kandang matang yang telah dicampur dengan Natural GLIO (50%). Dosis pupuk untuk setiap meter persegi media semai adalah 70 gram DS dan 35 gram ZA dan isikan pada polybag.
  • Bedeng persemaian diberi naungan berupa daun-daunan, tinggi atap 1 m sisi Timur dan 60 cm sisi Barat.
  • Benih direndam dalam POC NASA 5 cc per gelas air hangat selama 1-2 jam lalu dikeringanginkan.
  • Kecambahkan pada baki/tampah yang diberi alas kertas merang atau kain yang dibasahi hingga agak lembab. Tiga hari kemudian benih sudah menampakkan akarnya yang ditandai dengan bintik putih. Pada stadium ini benih baru dapat disemaikan.
  • Siram media semai sampai agak basah/lembab, masukan benih pada lubang sedalam 0,5 cm dan tutup tanah tipis-tipis.
  • Semprot POC NASA (2-3 tutup/tangki) selama pembibitan berumur 30 dan 45 hari.
  • Bibit sudah dapat dipindahtanamkan ke kebun apabila berumur 35-55 hari setelah semai.

PENGOLAHAN MEDIA TANAM

  1. Lahan disebari pupuk kandang dosis 10-20 ton/ha lalu dibajak dan dibiarkan + 1 minggu.
  2. Buat bedengan lebar 40 cm dan tinggi 40 cm. Jarak antar bedeng 90-100 cm dengan arah membujur antara timur dan barat.
  3. Lakukan pengapuran jika tanah masam.
  4. Siram SUPERNASA dengan dosis : 10 – 15 botol/ha.

 

  • Alternatif 1 : Satu botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  • Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPERNASA untuk menyiram + 10 meter bedengan.

Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet dicampur pupuk kandang matang 25-50 kg secara merata ke bedengan.

PEMBUATAN LUBANG TANAM
Apabila diinginkan daun yang tipis dan halus maka jarak tanam harus rapat, sekitar 90 x 70 cm. Tembakau Madura ditanam dengan jarak 60 x 50 cm yang penanamannya dilakukan dalam dua baris tanaman setiap gulud. Jenis tembakau rakyat/rajangan umumnya ditanam dengan jarak tanam 90 x 90 cm dan penanamannya dilakukan satu baris tanaman setiap gulud, dan jarak antar gulud 90 cm atau 120 x 50 cm.

CARA PENANAMAN
Basahi dan sobek polibag lalu benamkan bibit sedalam leher akar
Waktu tanam pada pagi hari atau sore hari.

PENYULAMAN
Penyulaman dilakukan 1- 3 minggu setelah tanam, bibit kurang baik dicabut dan diganti dengan bibit baru yang berumur sama.

PENYIANGAN
Penyiangan dapat dilakukan bersamaan dengan pembumbunan yaitu setiap 3 minggu sekali.

PEMUPUKAN
Dosis tergantung jenis tanah dan varietas

Waktu Pemupukan Dosis Pupuk Makro (kg/ha)
Urea/ZA SP – 36 KCl
Saat Tanam 300
Umur 7 HST 300 150
Umur 28 HST 300 150
TOTAL 600 300 300

Ket : HST = hari setelah tanam

Penyemprotan POC NASA dosis 4-5 tutup / tangki atau lebih bagus POC NASA (3-4 tutup) dicampur HORMONIK (1-2 tutup) per tangki setiap 1- 2 minggu sekali.

PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN
Pengairan diberikan 7 HST = 1-2 lt air/tanaman, umur 7-25 HST = 3-4 lt/tanaman, umur 25-30 HST = 4 lt/tanaman. Pada umur 45 HST = 5 lt/tanaman setiap 3 hari. Pada umur 65 HST penyiraman dihentikan, kecuali bila cuaca sangat kering.

PEMANGKASAN
Pangkas tunas ketiak daun dan bunga setiap 3 hari sekali
Pangkas pucuk tanaman saat bunga mekar dengan 3-4 lembar daun di bawah bunga
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

HAMA
a. Ulat Grayak ( Spodoptera litura ) Gejala : berupa lubang-lubang tidak beraturan dan berwarna putih pada luka bekas gigitan. Pengendalian: Pangkas dan bakar sarang telur dan ulat, penggenangan sesaat pada pagi/sore hari , semprot Natural VITURA

b. Ulat Tanah ( Agrotis ypsilon ) Gejala : daun terserang berlubang-lubang terutama daun muda sehingga tangkai daun rebah. Pengendalian: pangkas daun sarang telur/ulat, penggenangan sesaat, semprot PESTONA.

c. Ulat penggerek pucuk ( Heliothis sp. ) Gejala: daun pucuk tanaman terserang berlubang-lubang dan habis. Pengendalian: kumpulkan dan musnah telur / ulat, sanitasi kebun, semprot PESTONA.

d. Nematoda ( Meloydogyne sp. ) Gejala : bagian akar tanaman tampak bisul-bisul bulat, tanaman kerdil, layu, daun berguguran dan akhirnya mati. Pengendalian: sanitasi kebun, pemberian GLIO diawal tanam, PESTONA

e. Kutu – kutuan ( Aphis Sp, Thrips sp, Bemisia sp.) pembawa penyakit yang disebabkan virus. Pengendalian: predator Koksinelid, Natural BVR.

f. Hama lainnya Gangsir (Gryllus mitratus ), jangkrik (Brachytrypes portentosus), orong-orong (Gryllotalpa africana), semut geni (Solenopsis geminata), belalang banci (Engytarus tenuis).

Penyakit

a. Hangus batang ( damping off ) Penyebab : jamur Rhizoctonia solani. Gejala: batang tanaman yang terinfeksi akan mengering dan berwarna coklat sampai hitam seperti terbakar. Pengendalian : cabut tanaman yang terserang dan bakar, pencegahan awal dengan Natural GLIO.

b. Lanas Penyebab : Phytophora parasitica var. nicotinae. Gejala: timbul bercak-bercak pada daun berwarna kelabu yang akan meluas, pada batang, terserang akan lemas dan menggantung lalu layu dan mati. Pengendalian: cabut tanaman yang terserang dan bakar, semprotkan Natural GLIO.

c. Patik daun Penyebab : jamur Cercospora nicotianae. Gejala: di atas daun terdapat bercak bulat putih hingga coklat, bagian daun yang terserang menjadi rapuh dan mudah robek. Pengendalian: desinfeksi bibit, renggangkan jarak tanam, olah tanah intensif, gunakan air bersih, bongkar dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.

d. Bercak coklat Penyebab : jamur Alternaria longipes. Gejala: timbul bercak-bercak coklat, selain tanaman dewasa penyakit ini juga menyerang tanaman di persemaian. Jamur juga menyerang batang dan biji. Pengendalian: mencabut dan membakar tanaman yang terserang.

e. Busuk daun Penyebab : bakteri Sclerotium rolfsii. Gejala: mirip dengan lanas namun daun membusuk, akarnya bila diteliti diselubungi oleh massa cendawan. Pengendalian: cabut dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.

f. Penyakit Virus Penyebab: virus mozaik (Tobacco Virus Mozaic, (TVM), Kerupuk (Krul), Pseudomozaik, Marmer, Mozaik ketimu (Cucumber Mozaic Virus). Gejala: pertumbuhan tanaman menjadi lambat. Pengendalian: menjaga sanitasi kebun, tanaman yang terinfeksi di cabut dan dibakar.

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml ( ½ tutup) pertangki

PANEN DAN PASCA PENEN
Pemetikan daun tembakau yang baik adalah jika daun-daunnya telah cukup umur dan telah berwarna hijau kekuning-kuningan.Untuk golongan tembakau cerutu maka pemungutan daun yang baik pada tingkat tepat masak/hampir masak hal tersebut di tandai dengan warna keabu-abuan. Sedangkan untuk golongan sigaret pada tingkat kemasakan tepat masak/masak sekali, apabila pasar menginginkan krosok yang halus maka pemetikan dilakukan tepat masak. Sedangkan bila menginginkan krosok yang kasar pemetikan diperpanjang 5-10 hari dari tingkat kemasakan tepat masak.

Daun dipetik mulai dari daun terbawah ke atas. Waktu yang baik untuk pemetikan adalah pada sore/pagi hari pada saat hari cerah. Pemetikan dapat dilakukan berselang 3-5 hari, dengan jumlah daun satu kali petik antara 2-4 helai tiap tanaman. Untuk setiap tanaman dapat dilakukan pemetikan sebanyak 5 kali.

Sortir daun berdasarkan kualitas warna daun yaitu:

  1. Trash (apkiran): warna daun hitam
  2. Slick (licin/mulus): warna daun kuning muda
  3. Less slick (kurang liciin): warna daun kuning (seperti warna buah jeruk lemon)
  4. More grany side ( sedikit kasar ) : warna daun antara kuning-oranye.

 

Produk NASA yang digunakan dalam teknis budidaya tembakau ini antara lain:

POC NASAHormonikSupernasaNatural GlioNatural BVRAero 810 Pestona

Semoga informasi yang saya sampaikan disini bisa berguna untuk anda.

Untuk Informasi & Pemesanan produk, hubungi:

logo-nasaorganiksolution2.png
Nasa Organic Solution – Distributor Resmi PT. Natural Nusantara, Yogyakarta.
Alamat: Ngadisuryan KT.I/211 Yogyakarta 55133(Belakang Keraton Yogyakarta)
CP  : Nur Haryono
HP  : 0817.042.9050(XL), 0813.2660.8813 (Simpati)
Pin BB: 29acdc40

Belum ada review untuk Teknis Budidaya Tembakau

Silahkan tulis review Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

12345

Produk Terkait Teknis Budidaya Tembakau

A. Latar Belakang Rumput laut (sea weeds) yang dalam dunia ilmu pengetahuan dikenal sebagai Algae...

*harga hubungi cs

teknis budidaya rumput laut
Teknis Budidaya Rumput Laut
*harga hubungi cs

Teknis Budidaya Kacang Tanah dengan memakai produk NASA ini saya tuliskan ulang sebagai panduan anda...

*harga hubungi cs

Teknis Budidaya Kacang Tanah
Teknis Budidaya Kacang Tanah
*harga hubungi cs

PENDAHULUAN Saat ini pemerintah sedang menggalakkan penanaman tebu untuk mengatasi rendahnya produksi gula di Indonesia....

*harga hubungi cs

Teknis Budidaya Tebu
Teknis Budidaya Tebu
*harga hubungi cs

PENDAHULUAN Sampai saat ini, tingkat produksi tanaman kubis atau kol baik secara kuantitas maupun kualitas...

*harga hubungi cs

Teknis budidaya kobis
Teknis Budidaya Kol/Kobis
*harga hubungi cs

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami.

Popular!

Perekat Perata Pembasah Aero 810 merupakan perekat-perata-pembasah terutama bagi pestisida (fungisida-insektisida-herbisida) juga untuk pupuk cair...

*harga hubungi cs

AERO-810-Perekat-Perata-Pembasah-Pestisida-organik-NASA
Perekat Perata Pembasah Aero 810
*harga hubungi cs
Ready Stock / AERO
Popular!

Agensia hayati CORRIN adalah Pestisida Biologi atau Agens Hayati dari PT Natural...

*harga hubungi cs

Agensia Hayati Corrin
Agensia Hayati Corynebacterium CORRIN
*harga hubungi cs
Ready Stock / CORIN
Popular!

Perangkap Lalat Buah Natural Metilat berfungsi efektif sebagai perangkap lalat buah. Metilat Plus adalah salah satu...

*harga hubungi cs

MetilatPlus Perangkap Khusus Lalat Buah
Perangkap Lalat Buah Natural Metilat
*harga hubungi cs
Ready Stock / MTLP
Popular!

Agensia Hayati Natural BVR adalah produk pengendali hama & penyakit tanaman ...

*harga hubungi cs

Agensia Hayati Beauveria Bassiana Untuk Hama wereng
Agensia Hayati Beauveria Bassiana Natural BVR
*harga hubungi cs
Ready Stock / BVR
Temukan Kami
Kontak